www.tiket-pesawat-murah.web.id - Nikmati Layanan Tiket Pesawat Murah, Booking dan Cetak Sendiri Tiketnya

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Senin, 27 Oktober 2014

Perang Meme, Menteri Nyentrik Susi vs Elite Pakar Kampus

Perang Meme, Menteri Nyentrik Susi vs Elite Pakar Kampus | Fiskal.co.id

Sumber Foto: id.facebook


"Jangan lari lari bu." Ujar presiden Joko "Jokowi" Widodo saat memperkenalkan sosok yang asing tak asing di Masyarakat, yakni Susi Pudjiastuti. Rumornya sebagai menteri memang sudah tersebar luas, posisi nya sebagai apa khalayak belum bisa memastikannya. 

sampai akhirnya Presiden Jokowi memperkenalkannya sebagai Menteri Kelautan Perikanan? Khalayak pun terperanjat, seorang aviator menjadi menteri perikanan? Bagaimana bisa? 

Kejutan tidak sampai di titik itu, Susi selesai pengumuman menteri bagai magnet menyedot para jurnalis yang hendak mewawancari, apalagi kalau bukan isu tentang dirinya yang "tidak berpendidikan" formal.

Susi menjawabnya dengan non verbal, dia merokok, kebanyakan wartawan jungkir balik, bahkan menjungkirkan cara mereka menangkap fakta di depan matanya melalui pemberitaan yang penuh tendensi. 

Sosok Susi dan latar belakangnya tidak lagi menarik minat, yang paling penting adalah sensasinya. Sensasi seorang Susi yang cuek, dan berkesan hantam kromo membuatnya menjadi bintang media.

Gelombang reaksi selanjutnya, tentu saja para netizen di dunia media sosial. Mereka yang digelari sebagai ciitizen pers mulai "meng-edit-torial" sosok Susi. 

Hasilnya perang Meme. 

Saat pakar pakar yang diwawancari media mapan seperti Kompas, skeptis kepada Susi termasuk Muslim Muin dari ITB, yang katanya Susi adalah pilihan gagal dari Jokowi.

"Pengangkatan Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menandakan Jokowi tidak paham laut. Cita-cita dia, Indonesia jadi poros maritim dunia, tidak akan tercapai," jelas Muslim.

Netizen membela Susi, dengan memberikan gambaran meme yang unik unik, misalkan kepada mereka yang memandang terlalu kaku mengenai karakter sopan dan penuh etika, dengan menghadirkan gambar Ratu Atut.

Adapula yang positif, misalnya



Dukungan pada susi juga menampilkan banyak testimoni tentang tangguhnya wanita bersuara serak berat ini, misalkan jurnalis kawakan, Satrio Arismunandar mengisahkan kembali Susi yang heroik di Meulaboh, dan ringan tangan, serta dermawan menolong pengungsi asal Aceh.

Akan tetapi, tidak melulu positif, ada meme juga yang membandingkan Susi sebagai sosok yang salah kaprah bahkan menunjukkan sikap abai pemerintah pada tokoh tokoh dari golongan tertentu. Misalkan meme ini,



Dari apa yang kami baca, perang Meme tentang sosok kontroversial dan juga inspirasional Susi Pudjiastuti akan semakin meningkat -bahkan barangkali hingga Susi melepas jabatannya.

Bahkan ada pula yang membelanya dari fanspage Jonru, yang mengkritik bahwa pengangkatan Susi hanya karena aksi balas budi Jokowi pernah memanfaatkan pelayanan Susi Air.



Susi memang bukan sosok untuk layar kaca yang dibentuk agar menarik penuh rasa hormat dan krama. Dia adalah garis depan dari sektor yang paling sering merugi di Indonesia. Paling bermasalah, karena under fishing dan over fishing yang tata kelola nya tidak pernah jelas. 

Bisakah kenyentrikan Susi membungkam para kritikusnya, dan tentu saja memenangkan satu lini meme, yakni para fans dadakannya? Dan bukankah Presiden Jokowi sendiri memperlihatkan pada khalayak sebelumnya bahwa Susi termasuk sosok "pelari"? Semangat bu Susi.


Sumber

Rabu, 22 Oktober 2014

Maskapai Segera Menaikkan Tarif Tiket Pesawat


SHUTTERSTOCK Tiket pesawat.

Maskapai penerbangan kini bernafas lega. Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51/2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang mulai berlaku bulan ini.

Tarif batas ini sudah memperhitungkan kenaikan harga. Seperti asumsi harga avtur sebesar Rp 12.000 per liter dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar Rp 13.000.

Arif Wibowo, Direktur Utama PT Citilink Indonesia memastikan pihaknya segera memberlakukan tarif anyar ini. "Kami segera keluarkan tarif baru menyesuaikan aturan tarif batas atas dalam waktu dekat. Kami sedang susun juklaknya," katanya kepada KONTAN, Rabu (22/10/2014).

Arif sangat antusias dengan terbitnya aturan ini. Kekapan sayap bisnis anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk ini bisa sedikit bernafas lantaran tidak terlalu tertekan kondisi fluktuasi rupiah dan kenaikan harga avtur.

Namun, maskapai domestik masih sulit untuk bisa mencapai kinerja cemerlang. Pasalnya, kondisi makro ekonomi Indonesia masih belum stabil. Tapi cukup membantu saat musim liburan. "Bisnis akan tetap tumbuh tapi tidak sesuai ekspektasi," timpal dia.

Sriwijaya Air juga sumringah.  Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono mengatakan beleid ini tersebut bersifat permanen dan menggantikan aturan kenaikan temporer (surcharge) seperti yang diterapkan maskapai sebelumnya.

Agus bilang sebetulnya beleid ini merupakan permintaan dari maskapai penerbangan yang dibawa ke Asosiasi Penerbangan Nasional (INACA) untuk disampaikan ke pemerintah. Soalnya, harga tiket yang diberlakukan saat ini sudah tidak bisa menutup biaya opersional maskapai yang sebagian besar berbentuk dollar AS. "Klausal ini keluar akibat biaya tinggi," katanya ke KONTAN.

Sriwijaya sendiri bakal mengerek tarif sesuai ketentuan tarif batas atas mulai per 1 November nanti. Agus pun tidak khawatir kenaikan tarif ini bisa berdampak ke kinerja perusahaan lantaran konsumen sudah memahami kondisi bisnis ini.

Garuda Indonesia juga siap mengerek tarif. Menurut Pujobroto, President Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk, yang terjadi bukan kenaikan tiket tapi ada ruang lebih bagi Garuda untuk mengerek tarif.

Sumber: kompas.com

Followers